Sep 5, 2012

Tips Memilih Asuransi (Umum)

Membeli asuransi dapat dikatakan gampang-gampang susah, karena ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan. Apalagi dengan tingginya persaingan antara perusahaan asuransi seperti sekarang ini. Namun ada beberapa faktor penting yang harus Anda ketahui sebelum Anda membeli asuransi. Nah, apa saja tips memilih asuransi? Berikut ulasannya.



1. Memahami diri.

Sebagai pemegang atau pembeli asuransi, kita harus tahu benar dan jelas kebutuhan kita. Produk asuransi begitu banyak dan bervariasi. Pemilihan yang sesuai kebutuhan harus menjadi prioritas.

Pada tahap awal, asuransi kesehatan sangat dibutuhkan pihak yang mulai mengumpulkan investasi asuransi. Asuransi kesehatan menanggung biaya pengobatan, termasuk kalau harus rawat inap. Selanjutnya, asuransi jiwa menanggung risiko atas ketidakpastian dimasa mendatang.

Asuransi ini memberikan jaminan sejumlah dana untuk keluarga yang ditinggalkan bila pemegang polisnya meninggal dunia. Artinya, kita memindahkan risiko yang dihadapi keluarga di masa mendatang kepada perusahaan asuransi.

Apabila kedua asuransi ini telah dimiliki, selanjutnya kita memerlukan asuransi atas barang yang dimiliki. Misalnya, asuransi rumah bebas dari kebakaran, asuransi mobil atas kehilangan atau kecelakaan bisa dibuat juga termasuk pihak ketiga.

Jika sudah memilikinya, baru dipikirkan asuransi yang sangat spesifik dan ditawarkan kepada publik. Misalnya, asuransi jabatan pekerjaan atau asuransi frofessional indemnity. Asuransi ini dibutuhkan dokter, broker saham, dan MI.


2. Mencari asuransi yang diinginkan dan ditawarkan perusahaan asuransi. 

Perusahaan asuransi banyak menawarkan produknya dan sangat bervariasi antara satu perusahaan dan lainnya. Untuk produk ini, pembeli produk asuransi harus mencermati produk yang ditawarkan tersebut. Bila perlu, pembeli bisa berkonsultasi dengan teman-teman atau ahli asuransi. 

Ketika mencermati produk tersebut, pembeli harus memahami bahasa hukum dari brosur produk yang ditawarkan. Premi produk yang sama bisa berbeda untuk masing-masing asuransi.


3. Memperhitungkan kemampuan atas asuransi yang akan dibeli. 

Bila pembeli ingin hanya asuransi, premi tersebut merupakan sebuah biaya, bukan investasi. Tahun berikutnya pembeli harus membayar premi lagi dan kemungkinan akan ada kenaikan premi dikarenakan adanya inflasi atau biaya yang dikeluarkan perusahaan asuransi. 

Jangan memaksakan diri kalau tidak mampu untuk asuransi tersebut. Lebih baik menunda dan melaksanaka tahun berikutnya. Bila pembeli memaksakan diri, pos lain harus dikorbankan supaya dapat membeli produk asuransi. 


4. Mencocokkan produk asuransi dengan kemampuan dana. 

Ini merupakan proses mengambil keputusan untuk pemilihan produk asuransi yang akan dibeli. Jika produk asuransi yang diinginkan ada beberapa, dan ditawarkan tidak hanya oleh satu perusahaan, itu merupakan informasi yang sangat bagus bagi pembeli karena ada pilihan.


5. Membahas isian produk asuransi dari perusahaan asuransi yang sudah terpilih sesuai kemampuan dana.

Pembahasan ini sangat penting karena brosur yang diberikan untuk dibaca sering kali diabaikan, dan kita kurang teliti. Semua brosur dan informasi dari agen penjual sebaiknya didiskusikan dengan pihak yang mengerti hukum, supaya pilihan lebih terjamin.

Karena mambutuhkan biaya, pembeli dapat bertanya kepada teman, atau “teman dari teman“ yang memahaminya. Biaya kecil seperti makan siang bolehlah ditanggung untuk menambah luas pengetahuan kita.


6. Memilih perusahaan asuransi juga tak kalah penting. 

Pembeli asuransi harus jelas dan hati-hati supaya tidak salah pilih. Pembeli asuransi harus mengetahui rekam jejak perusahaan. Status kepemilikan perusahaan kadang juga menjadi faktor pemilihan, tetapi bukan faktor utama.

Ada perusahaan asuransi yang masih kecil, tetapi rekam jejaknya sangat dapat dipercaya. Pembeli asuransi bisa bertanya kepada nasabah atau pembeli asuransi dari perusahaan tersebut. Bahkan, bisa bertanya kepada pihak yang sudah pernah dibayarkan asuransinya sesuai perjanjian.

Perusahaan yang besar juga sering kali melakukan ketidakwajaran. Sering kita dengar bahwa perusahaan asuransi sangat getol kala menagih premi, tetapi sangat susah saat pencairan klaim asuransi. Keterlambatan pencairan klaim umumnya karena perusahaan masih melakukan penyilidikan atas suatu kejadian yang menyebabkan timbulnya klaim.

Kepemilikan asing atau lokal juga sering menjadi pilihan. Pemilik asing biasanya lebih berpengalaman dibandingkan dengan lokal. Namun, pembeli bisa menilai sendiri mengenai karakteristik ini. Manajeman yang baik akan selalu memerhatikan nasabahnya. Biasanya perusahaan asuransi melakukan pertemuan dengan nasabahnya untuk berkenalan sehingga produknya banyak dibeli.


7. Menandatangani perjanjian asuransi. 

Tahap ini perlu diperhatikan secara saksama apakah isi perjanjian sesuai penawaran dan keinginan kita. Pembeli jangan tergoda dengan kalimat bahwa semua sudah sesuai keinginan Anda. Bila jawabannya merupakan bahan yang baku dari perusahaan, pembeli harus hati-hati dan minta ditunda agar sesuai keinginan pembeli. Apa yang tertulis dalam perjanjian menjadi pegangan masing-masing pihak.

Dalam membeli produk asuransi, pembeli selalu bertemu agen penjual. Jangan tergoda dengan sikap agen yang ingin cepat-cepat pembelian ditutup karena pembeli bisa salah dalam mengambil keputusan. Pembeli hendaknya tidak memperhatikan secara jelas gelagat sangat berminat terhadap satu produk. 

Kehati-hatian sangat diperlukan. Dana pembelian bukan milik orang lain, tetapi milik Anda. Kerugian atau risiko atas kesalahan pembelian asuransi tetap ditanggung pembeli, bukan pihak lain. ( ADLER HAYMANS MANURUNG, praktisi Keuangan) 



Sumber :
http://www.jiwasraya.co.id/detailberita.php?id=179&lang=id

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda, dan jangan lupa untuk membagikan postingan ini. Silakan masukkan komentar Anda.
Komentar yang mengandung spam tidak akan diterbitkan.
Salam

Sitemap